Tampilkan postingan dengan label pelajaran hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2013

100 hari :)

bagi sebagian orang yang belum mengalami apa yang saya alami, 100 hari bukanlah waktu yang sulit dan lama. tetapi bagi sebagian orang yang pernah mengalami apa yang saya alami, 100 hari merupakan waktu yang sulit dan sangat lama. 100 hari? iya, 100 hari. 100 hari tanpa Ayah dirumah, it must be hard time and different. ketika sebagian orang, ketika pernah mengalami hal yang saya alami merasakan hal yang sangat berbeda dari sebelumnya. iya, inilah Ramadhan pertama kali tanpa Ayah dirumah, yang mungkin sekarang udah tenang di surga (Amin). iya, 100 hari peringatan wafatnya Ayah, bertepatan dengan Ramadhan. ketika saya berfikir, apakah saya bisa menjalani semua ini dengan mudah? pasti jawabannya tidak! mengapa? karena semua ini tidak bisa dijelaskan, kalaupun dijelaskan tidak semuanya mengerti. karena hanya orang yang pernah mengalami yang pernah merasakan..

awalnya memang, saya pikir semuanya akan mudah tapi seiring berjalannya waktu, saya mulai sadar, ini sangat sulit. sangat sulit untuk menjalaninya. serumah dengan seorang ibu yang harus memikul tanggung jawab keluarga, mencari nafkah dan sebagai anak pertama yang menginginkan pendidikan lebih tinggi untuk awal yang baik kedepannya merasa sangat bersalah terhadap ketiga adik yang juga membutuhkan sekolah. ah Ayah, maafkan saya yang harus setiap hari mengadu kepadamu "ini waktu yang sulit". tapi Ayah, saya kangen sekali, kangen sekalii. semua terasa jelas sekali sekarang. sosok yang membangunkan saat sahur, sosok yang mengingatkan ketika buka puasa telah tiba, sosok yang membangunkan saya saat saya harus membantu ibu ditoko itu telah hilang, telah tiada, telah ahhh. inilah hidup saya, *start tearing up*..

Ayahhh, semoga ayah disana baik2 saja, semoga dilapangkan jalannya, diterangkan jalannya, kita semua disini kangen banget sama Ayah, really really miss you, selalu berdoa yang terbaik buat Ayah, selalu ingat sama Ayah, Ayah, sesekali mampir di mimpinya Afif, Afif udah seneng banget. rumah itu, tanpa Ayah, sepi sekali. bangku kosong itu, beserta kenangan didalamnya, selalu terkenang, apa yang Ayah nasehatin, selalu terekam jelas di setiap memori otak ini, marahnya Ayah, semuanyaaaa.. semua terekam jelas, teringat, tak satupun terlupakan, kalau ada, Afif minta maaf.. menyesal tidak melihatmu untuk terakhir kalinya, karena kain kafan itu, Afif terlalu takut untuk melihatnya, memandikan Ayah, Afif tak sempat, saat terakhir itu, lagu yang selalu Afif dengerin di kost, sekarang jarang terputar, Ibu nangis dengernya. ntahlah, ada ikatan batin walaupun lagunya bahasa inggris. :D

memperingati 100 hari wafatnya Ayah :)
Malang, 14 Juli 2013

Rabu, 03 Juli 2013

It Has To Be You :)

Today, I wander in my memory
I'm passing around on the end of this way
You're still holding me tightly, even tough i can't see you any more
I'm losing my way again
I'm praying to the sky 
That i want see you and hold you more
it can't be if it's not you
i can't be without you
it's okay if i'm hurt for a day and a year like this
it's fine even my heart's hurts
yes because i'm just in love with you
i cannot send you away one more time
my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can't you hear my voice?
to me,
if i live my life again
if i'm born over and over again
i can't live without you for a day
you're the one i will keep
you're the one i will love
i'm...
yes because i'm happy enough if i could be with you :)


Minggu, 13 Januari 2013

rasa..


Kita pernah dekat, pernah benar-benar sedekat-dekatnya. Bukan sebagai apapun, sebatas kakak adik. lihatlah, semua itu berlalu dan semuanya terasa tak berbekas. Hanya karena bercak noda yang kutorehkan. semuanya lenyap, hilang, engah, tenggelam. ah, apa kamu termasuk orang yang selalu mengingat kesalahan orang begitu lamanya hingga kamu tidak bisa membuka hatimu dan melihat aku kembali? Apakah kamu tidak ingat aku dulunya bagaimana? Apakah aku begitu jahat hingga kamu bersikap seperti itu? Apakah kamu merasa bahwa kamu bisa bersikap seenaknya hingga kamu harus merasa dendam terhadap aku? Apa artilah semua yang aku lakukan sebelumnya hingga akhirnya kamu seperti ini? Aku tidak pernah minta kamu baik sama aku, minta kamu untuk pamrih, minta kamu untuk blablablabla. Aku hanya minta kamu hargai aku. Bukankah semua manusia pernah khilaf? Kamu salah, aku marah, tapi sementara bukan? Aku maafin kamu tanpa kamu minta maaf ke aku? Tapi aku? Mungkin memang kamu sakit hati, tapi bukankah lebih baik kamu tidak marah yang abadi? Hingga aku merasa kamu bukanlah orang yang mudah pemarah seperti dulu, kamu bukanlah orang mudah memaafkan seperti dulu. Tidakkah kamu mengerti, aku benar-benar menyesal dan sudah minta maaf? Kamu pun pernah buat salah dan berhasil buat aku marah, tapi bukankah itu sudah berlalu? Tapi kenapa kamu tidak melalukan saja salahku dan kembali dari nol lagi? Apa kamu terus membiarkan aku terpuruk karena sikapmu? Apa kamu tidak peka dengan semua yang aku lakukan sebelumnya? Ya, kamu memang penganut berat ibarat “nila setitik rusak susu sebelanga” tapi juga, apakah kamu tipe orang yang melupakan kebaikan orang begitu saja? Ah sudahlah.. biarlah, selamat kamu membuat saya merasa capek, dan akhirnya tak kugubris semua tentangmu. J

Jumat, 05 Oktober 2012

renungan :)


PERNAHKAH ANDA MENATAP ORANG-ORANG TERDEKAT ANDA SAAT IA SEDANG TIDUR ?

Kalau belum, Cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu... Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Anak, Sahabat,

Semuanya...

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selau saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata "betapa lelahnya aku hari ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita. Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita. Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya ...

:)

Senin, 17 September 2012

resolusi masa depan


Nggak tau dah musti mulai dari mana. Dan otak gua juga lagi bunting buat mikir apa-apa. Seenggaknya masih ada lubang di otak yang bunting karena mikirin masalah “gua pengen ngapain entah lulus dari sini, 3 tahun kemudian, 5 tahun kemudian, dan seterusnya”. Gue sebagai anak pertama dari 4 bersaudara sudah selayaknya dan sewajarnya memikirkan apa yang seharusnya gue capai di masa depan. Seenggaknya berusaha sedewasa mungkin menanggapi hal yang seperti itu. Entah kenapa, gue ngrasa gue itu orangnya pesimis-an, ngrasa rendah, dan gue juga gak bisa berharap banyak dari orang tua karena gue sadar betul anaknya gak gue saja, tapi masih ada 3 adik gue yang juga butuh mereka.

Entah ini air mata datangnya dari mana, tapi ini realita, ini yang harus dijalanin. Ibuk gue juga pernah bilang kalau dia sanggup biayain kuliah, tapi gue selalu berfikir, gue harus ngalah, gue harus bisa nyekolahin adik-adik gue, gue harus bisa mengangkat derajat orang tua gue ke arah yang lebih baik lagi. Dan bukannya gue gak percaya sama rejeki Tuhan, tapi buat gue, susah sekali menerima kenyataan ini.

Dan gue langsung saja, gue lagi dihadapkan pada situasi yang sulit. Dilain sisi, gue pengen banget kuliah, dan dilain sisi gue harus berfikir bahwa gue masih punya adek yang juga butuh sekolah dan butuh biaya yang nggak sedikit. Dan gue harus kerja setelah lulus ini. Dan paling nggak, satu atau dua tahun berikutnya gue bisa kuliah dari hasil kerja. Dan setidaknya gue kuliah sambil kerja dan masih bisa nyekolahin adik-adik dan pengen banget ngasih modal buat toko yang dirintis orang tua gue sejak jadi pengantin baru :D

Dan proyeksi kedepannya itu banyak banget, gue pengen kerja cari duit buat bekal kuliah dan nyekolahin adek, kuliah dengan jurusan yang gue mau, gue sih pengennya kuliah yang ada beasiswa-nya kayak STAN, kalau gak dapet yang beasiswa ya mungkin pengen ke ITT Bandung, atau mungkin ke ITS Surabaya jurusan Informatika.  

Dan sebelum semua itu terjalanin, otak gue nunjuk frekuensi tentang PSG! Gue sengaja milih lokasi yang jauh buat PSG, soalnya dengan Sekolah Kejuruan kayak sekolah gue, proyeksi ke depan itu pasti kalau nggak kerja ya kuliah. Dan disini, kenapa gue ngambil lokasi PSG yang jauh*jogja*? Karena gue pengen punya pengalaman tentang seperti apa dunia kerja/industry itu? Gue harus bisa adaptasi dengan lokasi kerja/industry yang mungkin di Jakarta atau bahkan ke luar negeri.. Amien Ya Allah. Dan gue PSG di Jogja tepatnya di  PPTIK UGM, ngurus masalah Jaringan dan segala tetek mbengeknya :D dan disana, gue gimana dan gue bakal ngapain, gue nggak tau! Karena apa? Disana gue ngrasa sendiri karena kedua temen yang juga PSG disana udah ngeblok berdua. Jadi, bukannya manja, gue kesana dianterin sama Ibuk dan sekalian dicariin kost dan setelah itu ditinggal pulang ke Malang :’(

Dan gue dari sekien cerita gue diatas, nggak bermaksud apa-apa, hanya sekedar share yang  lebih kearah curhat.. dan semoga dengan cerita gue diatas, kita semua dikasih kemudahan langkah kedepannya dan selalu berada pada bimbingan-Nya dan tak lupa selalu turuti kata hati orang tua terutama Ibuk. Dan selalu beribadah dan berdoa.. 

Kamis, 06 September 2012

kata hati : ingin dihargai :)


Mungkin, tidak akan ada yang seperti ini jika saja aku tak seperti ini. Entahlah aku harus bilang ini apa. Kenyataannya? Aku hanya pemeran pembantu di semua aktifitas orang2 yang mengenalku di dunia ini. Mereka yang memerankan tokoh utama dalam segala hal realita ini. Mungkin, tak akan begini jadinya jika saja aku tak dilahirkan memiliki “wajah” yang seperti ini. Tapi? Aku juga tak mungkin menyalahkan kehendak Tuhan yang berkehendak aku seperti ini. Bahkan, aku tak mungkin meyalahkan gen orang tua-ku yang menurunkan sifatnya ke aku. Tetapi, akankah aku menyalahkan semesta yang tak pernah mendukungku? Di dunia ini, aku tak berharap apa-apa. Aku hanya berharap bahwa semua menghargai aku selayaknya mereka menghargai orang lain. Seenggaknya, kalau kalian masih menghargai aku, berarti kalian masih menganggap aku teman kalian walaupun aku seperti ini. Sejujurnya, sakit hati kalau setiap apa yang kita lakukan tidak pernah dihargai orang lain. Tapi, aku juga masih bersyukur, seenggaknya aku masih punya keluarga yang seutuhnya menghargai aku. Sabar ya fif, semua itu ada balasannya, semua itu akan ada jalan keluarnya, semua itu mereka yang akan tuai karena mereka yang menanam! mungkin, gambar dibawah menunjukkan ekspresi saya bahwa saya juga ingin dihargai layaknya manusia yang lain :)





Kamis, 26 Juli 2012

coretan senggang yang tak terselesaikan :)


Seringkali kita menilai seseorang dari apa yang kita lihat saat pertama kali. Dan dari sekian milyar manusia di dunia, pasti pernah mengalami hal tersebut. Dan kadang2 penilaian/persepsi tersebut tidak sepenuhnya bernilai benar. Bahkan, sifat egois yang menyelimuti diri manusia sering sekali meng-cover seluruh perasaan dan sifat yang berlainan*yang baik2*. Dan bisa dikatakan sifat egois tersebut lebih berpeluang besar mengalahkan sifat yang lain dalam hal : bagaimana manusia tersebut menilai manusia yang lain. Disamping itu, manusia juga harus mempunyai cermin jiwa yang digunakan untuk bercermin atas dirinya sendiri sebelum Ia menilai manusia yang lain..





Rabu, 25 Juli 2012

move on :)


I hate people who tell to others to move on
When himself wasn’t necessary able to move on
And it would be better if,
we didn’t have to get someone else to move on
But, command that our self to move on

resume teraweh Masjid Manarul Islam - Malang


Cermin layaknya sebuah jiwa. Sangat jujur dalam mengekspresikan apa yang dipantulkan olehnya. Apabila kita bercermin pada cermin, apa yang dilihat oleh cermin, itulah kejujuran yang sesungguhnya. Misalnya, kita bercermin dalam keadaan bersih dan rapi maka cermin akan mengatakan demikian, bahwa kita bersih dan rapi, dan sebaliknya.. apabila kita bercermin dengan keadaan badan yang kotor, amburadul, maka cermin dengan segala kejujurannya akan mengatakan demikian. Layaknya sebuah jiwa manusia, apabila jiwa kita bersih, maka segala sesuatu yang dikeluarkan dari jiwa yang bersih tersebut adalah perilaku, perkataan, yang sedemikian bersih. Misalnya, apabila jiwa kita bersih, maka hati kita akan bersih pula. Seperti sopan santun dalam berbicara, bertindak, dsb. Demikian sebaliknya, apabila jiwa kita kotor, maka akan timbul hati yang kotor pula. Bicara kotor, perilaku menyimpang, dll.

~M. Khusnul Fatony~

Rabu, 18 Juli 2012

ngebet pengen beli novel ini.. :)


Sumpah, gue pengen banget baca novel ini.. gue, semacam tersihir sesaat setelah membaca judulnya “saja”.. gue gak tau gimana isinya, menarik apa nggak, yang jelas, 1 kata : gue pengen beli tuh novel dan baca dan baca.. gue ngebet banget ini pengen beli novelnya.. pokoknya kalau bisa sebelum liburan hari raya ini gue harus bisa beli novelnya…


Selasa, 17 Juli 2012

hidup untuk dinikmati



Di kamar berukuran 2.5 X 4 aku merenung.. menggalau.. berdiam.. bermuram.. bersenang.. ber(segala rasa yang ada dihati aku tumpahkan di kamar yang sudah aku huni selama hampir 1.5 tahun ini).. entahlah.. darimana datangnya rasa yang sudah lama berkecamuk dalam hati ini.. tidak ada manusia yang tidak pernah menemui sebuah masalah.. kalau tidak ada masalah, bukan hidup namanya.. seiring berjalannya waktu, terbesit di sebuah pikiran dalam diriku bahwa masalah itulah yang menjembatani kita untuk belajar tentang kedewasaan diri.. masalah-lah yang membuat kita menjadi tegar..membuat kita menjadi orang yang lebih berfikir kritis tentang arti hidup.. membuat kita mengenali mana hal yang baik dan hal yang buruk..

Malam yang dingin ini, bukannya aku banyak masalah, tetapi memang ada masalah yang sebenarnya tidak untuk di-share dan memang tidak akan saya share, hanya saya dan Tuhan dan mereka yang terlibat yang tahu.. tapi, hanya masalah ini yang membuat saya mengerti arti hidup sebenarnya.. hanya masalah ini yang membuat saya menjadi manusia dewasa.. terkadang, ingin rasanya menitikkan air mata, tapi Ibu bilang, air mata itu hanya sia-sia dan bentuk kelemahan manusia, tetapi dengan air mata, kita menjadi “agak” lega dengan semua yang ada..

Dan mungkin juga aku adalah manusia yang terlalu bodoh menyikapi keadaan yang ada .. aku terlalu mudah dibodohi dengan hal yang membuat aku semakin menjadi bodoh.. aku terlalu baik dengan semua orang-orang sekitar. Hingga aku terlalu mudah ditindas sama adek2 sendiri. Tapi, ya inilah aku, aku yang selalu akan seperti ini. Walaupun aku seperti ini, tapi menurutku jadi diri sendiri itu lebih penting untuk menunjang kedewasaan diri, daripada harus menjadi orang lain yang belum tentu baik untuk kita. Bagiku, kesempurnaan itu ya bisa sepenuhnya menjadi diri sendiri, Karena bagiku, menjadi diri sendiri itu indah dan sederhana. Dan bagiku “kesederhanaan itu kesempurnaan bagiku… dan yang terpenting bisa menjadi diri sendiri.. J”

Selasa, 26 Juni 2012

mencoba tegar ..:)


Desir angin malam membuyarkan lamunanku, seakan dia menyapa kenapa aku masih terpaku. Menyendiri duduk dalam gelap, bercumbu dengan sang malam. Tanpa terasa butiran – butiran Kristal mengalir di pipiku. Ada apa ini? Kenapa aku begini. Rasanya tak perlu dipertanyakan lagi, memang inilah aku sesungguhnya. Aku yang selalu tersaput kabut sendiri dan terasing.

Berdiri terpaku diantara tebaran pasir putih, memandang ombak memecah kesunyian. Sahabatku, aku mengadu padamu tentang perasaanku saat ini. Hanya padamu aku bercerita, hanya kepadamu aku berkeluh.

Laut… saat ini aku mencoba tegar, meredam rasa yang berkecamuk dalam dada ini. Menyatukan warna dalam hatiku, semoga engkau tahu dank au pasti tahu karena hanya padamu aku mengadu.. L

Senin, 11 Juni 2012

Menangislah :'(



"Tangisan adalah kata yang tidak sempat terucap"
-Merry Riana-

bagi gue 

Menangis adalah kelegaan dari kesesakan

Menangis adalah jawaban dari sulitnya pertanyaan

Menangis adalah kemerdekaan batin yang terjajah

Menangis adalah pewujudnyataan kebahagiaan dan haru yang lebih dari beribu kata

Menangis adalah kesedihan yang mendalam ketika kebahagiaan masih berada dibagian teratas jam pasir Tuhan

Menangis adalah bunga hidup yang lebih basah dan merekah dari bunga mawar yang kehujanan

Menangis adalah kebebasan untuk jujur dalam diam tentang banyak rahasia lewat riak air mata

Menangis adalah lelucon atas diri sendiri ketika melihat mata sembab dan bisa tertawa puas setelah berkaca

Menangis adalah cengeng yang dewasa

Menangis bisa membuat kita lebih merasa tenang dan bisa membuat perasaan kita lega. Dengan menangis sesuatu yang tidak bisa kita ucapkan bisa keluar dan dapat dimengerti oleh orang lain. Dan saat menangis pula kita bisa teringat dengan jelas saat saat atau kejadian yang bisa membuat kita menangis dengan jelas.

Cengeng? TIDAK. Seseorang menangis bukan karena kita cengeng, mereka hanya tidak bisa mengungkapkan perasaan yang mereka rasakan, mengutarakannya kedalam sebuah tangisan bahagia atau tangisan sedih, itulah yang mereka lakukan.

Menangis biasanya dihubung hubungkan dengan anak kecil, tetapi itu salah. Tidak semua orang yang menangis adalah anak kecil, lihatlah para ibu yang menangis bahagia karena anaknya baru lahir, atau lihatlah kenyataan pahit dinegri ini pasti banyak sekali air mata yang menetes dari mata kita semua.

Tiap orang pasti pernah menangis, saat masih kecil ataupun sudah dewasa, karena itulah manusia selalu memiliki rasa yang berlebihan yang membuat air mata mengalir.

Bagi teman teman sekalian yang suka menangis, jangan minder. Tangisan kalian mewakili perasaan kalian, jadilah diri kalian sendiri jangan berkeinginan menjadi orang lain. Kita adalah kita, orang lain tidak bisa menjadi kita, tunjukkan bahwa perasaan kita lebih dari orang lain.

Menangis juga mempunyai manfaat tersendiri seperti: Membantu penglihatan kita, membunuh bakteri, meningkatkan Mood, mengeluarkan racun, mengurangi stres, membangun komunitas dan melegakan perasaan

Jangan takut atau malu jika kita menangis. Jika memang kita harus menangis dan ingin menangis maka menangislah agar kita tenang.






Sabtu, 09 Juni 2012

belajar menerima kekurangan diri


Tidak ada manusia yang sempurna, hanya ada manusia yang merasa sempurna dan ingin terlihat sempurna. Ungkapan ini begitu bermakna untuk menyadarkan kita tentang kekurangan diri. Kelebihan dan kekurangan merupakan dua sisi dalam fitrah kemanusiaan yang saling melengkapi. Namun, seringkali kita tidak dapat menerima kekurangan diri sendiri dan tidak mau memahami kekurangan orang lain. Kekurangan lebih sering diapresiasi dengan perasaan dan pikiran negatif, sehingga banyak orang yang membenci kekurangan diri dan menganggap kesempurnaan sebagi faktor mutlak untuk mencapai kebahagiaan.

 Menerima kekurangan, memang tidak mudah. Bagi gue pribadi bahkan lebih mudah menuliskannya daripada menerapkannya. Akan tetapi, proses belajar itu tidak boleh berhenti karena tanpa belajar, kita tidak akan tahu dan tidak akan mampu melakukan, serta mencapai sesuatu. Belajar merupakan proses berupaya untuk dapat memahami dan menerima, termasuk belajar menerima kekurangan diri. Lalu bagaimana caranya? Gue pun masih harus belajar dan mencoba berbagi lewat tulisan ini.

Kelebihan merupakan anugerah yang akan mengisi dan melengkapi kekurangan. Bermusahabah akan senantiasa menumbuhkan kesadaran diri bahwa sejak awal terlahir pun kita tidak memiliki apa-apa. "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibu-mu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu-pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur" (An-Nahl:78). Ayat ini mengingatkan kita bahwa kekurangan dan kelebihan patut kita syukuri. Bersyukur atas keadaan yang kita terima merupakan langkah utama untuk belajar menerima diri secara utuh. Tanpa mensyukuri dan menyadari kekurangan diri, kita tiddak akan benar-benar mengerti kelebihan diri. Allah SWT menciptakan kekurangan agar kita selalu introspeksi, tidak takabur dan menyombongkan diri karena hanya Yang Maha Sempurna yang berhak memiliki segalanya.

Dalam syukur itu ada kesabaran. Untuk bisa menerima kekurangan, perlu kesabaran dan pengertian. Kesabaran berarti ketulusan dalam berupaya dan berserah diri. Kita dan orang-orang yang kita sayangi tidak selalu bisa sejalan dengan keinginan dan tidak selalu bisa ditutupi dengan terus menonjolkan kelebihan diri. Kita terbatas dalam kemampuan dan tiada batas dalam keinginan, sehingga diperlukan pengertian dan kesabaran untuk memahami semua itu. Kita berhak untuk berubah, serta memperbaiki kekurangan diri sendiri dan orang lain, tetapi kita juga harus ingat untuk memaksimalkan kelebihan yang kita punya. Jangan kita lupa bahwa kita punya keistimewaan yang berguna. Pengertian berarti kita menerima apa adanya, kelebihan dan kekurangan diri kita dan orang lain tanpa memaksakan kehendak untuk mengubahnya, apalagi demi orang yang tidak mau belajar menerima kekurangan diri kita.

Pengertian akan tumbuh sejalan dengan rasa menghargai. Menghargai diri sendiri dan orang lain merupakan pengakuan bahwa ada sisi kelebihan yang bisa kita manfaatkan untuk membuat diri kita berguna, serta masih banyak orang lain yang melebihi kita dalam segala hal. Penghargaan yang tulus merupakan wujud penerimaan dan syukur atas apapun keadaan diri, sehingga kita dapat bersikap bijaksana, tidak merasa inferior dengan kekurangan diri, tidak underestimate terhadap kekurangan orang lain dan tidak dengki atas kelebihan orang lain.

Pengertian dan penghargaan kita atas diri sendiri dan orang lain bisa membuat kita menyadari hakikat kemanusiaan kita yakni selalu membutuhkan orang lain. Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindar dari kebutuhan berinteraksi dan berelasi dengan orang lain di sekeliling kita. Hidup itu untuk saling mengisi dan melengkapi karena kita tidak akan mampu hidup sendiri. Kekurangan yang kita miliki bisa dilengkapi dengan kelebihan orang lain, dan kelebihan yang kita punya dapat mengisi kekurangan orang lain. Dalam hubungan dengan pasangan, sahabat, kerabat, kesadaran akan saling membutuhkan ini merupakan energi untuk memahami dan menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Jika kita renungi dan kita hayati, kekurangan diri merupakan alarm hati yang akan mengingatkan kita akan kematian. Dengan mengingat kematian, kita dapat membangkitkan kesadaran bahwa semua makhluk akan binasa, sehingga tidak hanya kekurangan yang melekat pada diri kita, tetapi kehancuran yang pasti suatu saat nanti.

Bagi gue sendiri, semuanya butuh proses dan keteguhan hati untuk terus berupaya. Hanya orang yang mau menyadari dan mau berproses yang akan mendapatkan pembelajaran tentang banyak hal, bahkan keberhasilan dan kemanfaatan. Belajar menerima kekurangan diri dapat kita jadikan bagian dari manajemen hidup kita, sekaligus proses belajar memanusiakan diri kita. Semoga,,








:D

Kamis, 31 Mei 2012

Rumah Tanpa Jendela


Sinopsis film “Rumah Tanpa Jendela”


Rara (Dwi Tasya), 8 Tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta. Si Mbok (Ingrid Widjanarko), nenek Rara yang sakit-sakitan dan ayahnya Raga(Rafi Ahmad) yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya. Rara juga punya Bude Asih (Yuni Shara).



Bersama teman-temnnya sesame anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek paying jika hari sedang hujan, Rara bersekolah khusus untuk anak jalanan. Bu Alya (Varissa Camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut.

Di perumahan mewh Jakarta, Aldo (Emir Mahira), 11 tahun, yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk denga urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses. Pak Syahri (Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar). Kehadiran Nek Aisyah (Aty Cancer), ibu Pak Syahri, menjadi penghiburan untuk Aldo. Suatu hari, Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo. Sejak itu mereka menjadi akrab.

Di rumah Aldo semua panik karena Aldo minggat dari rumah, kecewa dengan sikap kakaknya yang terang-terangan mengatakan merasa malu memiliki adik seperti dirinya. Berbagai peristiwa yang mengejutkan dan menyentuh bergulir bersama kisah persahabatan Rara dan Aldo.




gila ya.. ini film bagus banget,, sumpah keren.. *baru menyadari* kemaren kemana aja non?? hahaha.. padahal ya.. film ini udah lama banget loh.. padahal ya, di laptop gue, folder film ini udah nginep berapa bulan ya?? pokoknya udah lama.. gue emang udah liat, tapi liatnya gak niat.. tak blenjat2 gitu,, tak cepetin.. 



nah, pas kemaren nonton film ini dikamar sama nadya, mood gue lagi bagus2nya.. gue nonton dari awal.. kayak musikal gitu filmnya.. bagus deh buat semua umur.. tapi, jarang2 lo sekarang ada film anak2 kayak gini,, kebanyakan di indonesia film2nya dewasa2, udah gitu mengandung gitu2an.. pokoknya bagus deh film ini.. ngingetin gue waktu nonton petualangan sherina, laskar pelangi, garuda didadaku, king dll.. 



banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini.. sumpah keren.. bagaimana kita harus menghargai hidup kita, bagaimana kita harus banyak bersyukur buat yang diatas karena kita udah dikasih hidup, bagaimana kita menghargai kekurangan seorang sebagai kesempurnaan buat dia, bagaimana kita saling berbagi dengan semua orang yang membutuhkan kita, bagaimana kita tidak boleh berburuk sangka, bagaimana kita menjaga mulut kita atas ucapan yang keluar dari mulut kita, dll..


gue gak bisa jauh dari kotak tisu nonton film ini.. nadya juga,, #upsss hehehe.. jujur, gue tersentuh pas adegan 

- kak andini terang-terangan bilang "sadar dong.. kamu itu aneh tau gak,.." jleb...

- pas rio temennya andini nyeritain kembaran yang sama kondisinya kayak aldo yang udah gak ada setahun lalu walaupun rio udah nyumbangin satu ginjalnya.. 

- pas aldo bilang ke rara waktu makan di gedung kosong bahwa makanan tersebut adalah makanan pertama kali yang dia makan dari hasil cari uang ojek payung..

- pas waktu di sanggar lukis, aldo nglukis cuman nenek, rara, aldo, sama dua pembantunya, terus ditanyain sama gurunya : "yang lain mana?" "gak ada, semuanya sibuk, jadi gak aldo lukis deh"


gue gak bisa nahan airmata gue,, gue nangis.. bukannya gue lebay atau gimana. tapi ini bener2 sangat menyentuh hati gue,, film ini wajib ditonton.. hehehe.. jangan nonton yang gitu2an, mending nonton kayak gini ini.. bagus,,



ini adegannya waktu nenek aisyah baru sampai dari Medan, terus disuruh kasih saran sama kak Adam *kakaknya Aldo* tentang musik rock yang dianut sama band-nya



ini waktu Aldo ngasih kue buat Rio *temennya kak Andini* dan Rio ngajak ngobrol Aldo



ini waktu Nek Aisyah tidur sama Rara di rumah Aldo, karena rumahnya Rara kebakaran, terus papanya Rara meninggal dunia, dan neneknya Rara dirawat di rumah sakit.. Raranya gak bisa tidur,,



ini waktu Aldo sama Rara makan di rumah kosong.. Aldo habis minggat dari rumah gara2 kak Andini terang2an bilang kalau Aldo aneh.. terus cerita sama Rara.. "kak Andini malu punya adek kayak aku, kalau kamu malu gak temenan sama aku?" sumpah.. pas adegan ini,, gue nangis.. 


ini waktu kak Andini cerita sama nenek kalau Aldo minggt dari rumah gara2 dia.. dia nyesel karena udah buat Aldo minggat.. 

pokoknya.. siap2 bawa tisu banyak deh kalau lihat film ini...
:D 

Rabu, 23 Mei 2012

Coretan wong GALAU :O



Sumpah, aku gak suka banget suasana kayak gini… *bukan suasana sih sebenernya,, tapi euforianya itu nggak ada greget,,, mau ngapa2in itu bingung, harus mulai dari mana?? Sumpah ini lagi ngrasain yang namanya DOWN… kayak takut, ndredeg.. pokoknya gak jelas banget.. mungkin ini kali ya yang katanya mental jelek.. gitu aja down.. sumpah stress kalau mbicarain masalah countdown TA.. oh my goodness..

It’s really2 make me confused..





I feel like I haven’t spirit in my life.. sumpah aku kenapa ya kayak gini?? Aku gak mau kayak gini.. sekarang gak ada yang kasih aku motivasi.. aku bingung.. aku pengikutnya galauers kali ya?? Nah lho? Ohhhh galau?? Nggak juga.. bisa dibilang ini mental udah nge-drop2nya.. ibarat baterai laptop yang diisi tapi gak bisa.. jadi stagnan disitu2 aja..

Ayo fif… move on..  get your full spirit back.. masih jaman ya yang namanya GALAU?? Please deh ya…  sumpah minggu ini minggu yang penuh tragedi *lebay… iya gimana lagi dong?? 

Ya Allah, lindungi aku, jangan memberikan beban yang aku tak sanggup memikulnya,, Ya Allah, beri aku kesabaran dalam menghadapi semuanya.. 


nah lho.. ini buku sakti-nya adek kostku www.anotherlintang.blogspot.com nambah2i galau... baru pegang gak ada 5 menit.. udah tambah galau,..




#fuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh


-_-

MEREKA SAJA MASIH PEDULI DENGAN BERBAGI





Ketika jarum jam masih malu malu untuk menunjuk tepat jam dua siangnya, ada isarat__ kalau waktu sore sudah memberi tahu saya untuk balik ke rumah, mungkin ada saja satu atau beberapa hambatan yang sekiranya memaksa saya untuk menunda kepulangan. Bagi kebanyakan orang yang mau berpikir dengan melepaskan semua sikap keambisianya, hujan adalah sebuah anugerah yang tak terkira, tapi tidak sedikit dari sebagian orang yang pernah menyikapi hujan sebagai sebuah hambatan ataupun musibah. tapi bagi saya, yang waktu itu dalam keadaan tidak sedang terburu buru, biasanya kalau mau menyikapi turunya hujan, mencoba mencari tahu lebih dulu dengan menanyakan kepada alam pikiran kita sendiri-- hikmah apakah yang saya dapatkan nanti lewat pesan turunya hujan hari itu. kalau ada usaha mau mencarinya insya Allah dari hasil pada hal yang terkecilpun nampak menjadi satu hikmah yang begitu besar.


Deeg, hati saya mendadak membatin, meraba raba, tidak lebih untuk sekedar mencari tahu sampai di pertemukan dengan titik temu jawabanya. mungkin hari itu hikmahnya nampak kelihatan nyata setelah saya melihat beberapa dari mereka, yaitu anak usia seumuran sekolah dasar yang sedang mencoba memburu rejeki lewat jasa penyedia payung hujan. atau bisa di sebut dengan ojek payung. hujan sepertinya sudah menjadi lahan subur untuk mengais banyak uang bagi sebagian anak anak ini. anak penyedia jasa payung hanyalah memberikan sedikit jasa yang tak seberapa, namun sangat menguntungkan buat kelangsungan aktivitas banyak orang yang merasa terjebak oleh kondisi hujan, beberapa orang yang hendak mau pulang pun salah satunya yang sudah bisa di untungkan dengan memanfaatkan payung anak-anak tersebut setelah keluar dari mall untuk sekedar menuju ke mobil mereka masing masing.

Saya terus mengamati beberapa anak ini yang kelihatan tidak punya beban apapun di tengah pekerjaan dan derasnya air hujan, tidak merasa takut sedikitpun dengan banyaknya kilatan petir yang sesekali bergantian dengan menghujamkan dentuman yang begitu keras. di tengah resiko sakit yang mengancam, hujan lebat dan suara gaduh guntur seolah sudah menjadi hal yang biasa bagi sebagian anak ini, atau memang ada keterpaksaan karena begitu banyak alasan. salah satunya, mungkin baginya hujan adalah sumber rejeki satu satunya untuk mengais banyak upah dari para pengunjung mall.

Dua dari beberapa anak tersebut nampak ada yang sudah menggigil kedinginan sembari memegang payungnya dengan badan sesekali terlihat gemetaran, para bocah yang memasang muka polos ini terus menunggu para pengunjung mall untuk memakai jasa pinjaman payungnya. Nampak satu anak laki yang memakai kaos seragam bola tersebut kelihatan lebih sering mendapatkan pamakai jasa payung_yang mungkin_ karena berdiri di bagian sisi teras menuju arah parkiran. sebut saja dengan nama rio, bocah yang rela kehujanan sedari tadi Itu kelihatan lebih gesit dari beberapa teman lainya.

Ketika rio di panggil oleh salah satu orang yang mau menggunakan jasa payungnya, si rio mendadak mengulum senyum dan langsung sontak memanggil salah satu temanya, mendengar lengkingan dengan sebutan nama Dilla, bocah perempuan ini bergegas lari menuju suara rio yang bercampur dengan suara gemuruh air hujan. rio sendiri sengaja memberikan kesempatan buat temanya, dengan tujuan agar bisa membagikan kesempatan sebagian rejekinya buat temanya sendiri.

Melihatnya, saya tertegun sekaligus malu seketika, kala melihat sikap kebersamaan enam bocah tersebut, mereka para bocah itu masih punya sikap untuk bersedia berbagi, terlihat seperti sudah bisa melepaskan sifat kebocahanya (dewasa sebelum usianya). jauh dari sikap berbau kapitalis, jauh dari sikap rakus yang sering di pertontonkan di panggung politik negri ini. mungkin kata hati bocah tersebut mencoba buat berbicara jujur, " saya tidak mau serakah, biar ladang rejeki ini lebih banyak teman yang menikmati ".


Senin, 21 Mei 2012

Sesuatu Yang Diharapkan Akan Datang Jika Sabar



Sabar itu berimbang dengan kejujuran, sangat langka didapatkan, sangat susah diterapkan, dan sangat mahal harganya. Kadang kita tidak sabaran untuk mendapatkan hasil sesuai harapan. Kadang juga kita tidak tahu harus apa yang diperbuat, yang kita tahu hanya mendapatkan apa yang kita harapkan. Jika kita pernah menahan kesabaran sesabar mungkin, perasaan kita sangat lega ketika mendapat sesuatu sesuai harapan dengan menahan kesabaran tersebut.

Salah satu hal yang dibenci oleh umat manusia adalah menunggu, apalagi jika menunggu terlalu lama. Jika kita ada janji dengan orang lain, dan salah satu dari kita yang berjanji ada di posisi menunggu, mungkin hati kita akan memaki orang itu mengapa lama sekali datangnya. Mengapa dia telat datang padahal kita sudah menunggu. Hal tersebut pasti dialami setiap orang. Tetapi, alangkah bagusnya jika kita menerapkan kata ’sabar’ itu dalam diri kita.

Mungkin kedengaran sepele, tapi sebenarnya kesabaran ini begitu susah diterapkan. Hal-hal kecil saja misalnya menghidupkan laptop, bila terjadi sedikit hang dan start up nya agak lama prosesnya, sabar itu pun akan diuji. Atau hal lain, jika makan di rumah makan atau pun restoran dan kita sudah cukup lama memesan makanan dan minuman kepada pelayannya, kita pasti sudah tidak sabaran menunggu pesanan dan mungkin terus-menerus menggerutu kepada pelayannya atau mungkin berniat pergi dari situ ke tempat lain. Hal tersebut sudah menjadi hal wajar jika sabar itu susah diterapkan. Apalagi kita yang bersifat tempramen, wah tahu sendirilah apa yang bakalan terjadi jika sabar itu menjadi ujian bagi orang tempramen.

Sabar memang sesuatu yang sulit, sama halnya dengan kejujuran. Sabar menjadi salah satu kunci mendapatkan hal yang diharapkan, sejajar dengan kerja keras, tekun, berdoa, dan sebagainya. Bila sudah kerja keras, tekun, berdoa, namun tidak sabar menunggu hasilnya, maka apa yang sudah dikerjakan bisa berantakan hanya karena tidak sabar menunggu hasilnya. Jadilah sabar, karena itu puncak dari ketekunan.



Firasat



Firasat, biasanya sebagian orang ada juga yang menyebutnya dengan istilah feeling. Percaya atau tidak, mungkin sebenarnya setiap orang memiliki kepekaan dalam hal ini. Tapi sebelumnya untuk memperjelas, berdasarkan kamus bahasa Indonesia, bahwa firasat adalah sebuah keadaan yang dirasakan terhadap sesuatu. Tapi dalam hal ini saya hanya focus pada perasaan yang sedang/akan terjadi, dan biasanya kita sering mengalaminya. Percayakah kamu mengenai yang saya tulis diatas? Bahwa diantara kita, dan bahkan mungkin setiap orang terkadang memiliki kepekaan terhadap sesuatu hal yang sedang/akan terjadi?

Sebagai contohnya, pernahkah kamu merasa tiba-tiba tidak enak ketika hendak bepergian? Dan ternyata ketika kamu sedang bepergian, kamu mendapatkan sebuah musibah yang tidak diinginkan. Atau, pernahkah kamu tiba-tiba merasakan gelisah dan teringat seseorang dalam pikiranmu? Kemudian tanpa disangka-sangka ternyata orang yang sedang kamu ingat tersebut sedang dalam kondisi sakit. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Menurutku ini adalah sebuah hal yang menarik, karena secara tidak disadari kita sering mengalami hal ini. Kadang-kadang kita sadar akan hal ini, tetapi justru terkadang kita mengacuhkannya dan menganggap mungkin itu hanya sekedar perasaan saja. Tapi terhubung karena penasaran, aku sering menanyakan hal ini pada teman-teman dekatku,dan hasilnya memang banyak diantara mereka yang kutemukan dan percaya pada firasat. Tapi ironisnya, ketika seseorang mengalami firasat yang tidak enak, orang tersebut justru terlalu memikirkan terhadap firasat tersebut, sehingga dampak buruk dari pikirannya tersebut telah membuatnya merasa tersiksa karena rasa khawatir terhadap hal-hal buruk yang akan terjadi. Dan sebaliknya, ketika seseorang telah mendapatkan suatu pertanda(firasat) dan mengacuhkannya, justru hal yang buruk terjadi padanya. Sepertinya hanya kebetulan, tapi bagi orang yang telah memiliki kepekaan suatu firasat justru dianggapnya sebagai suatu pertanda.

Tapi perlu diketahui, suatu firasat biasanya dapat dirasakan oleh diri kita sendiri, atau bisa juga terhadap keluarga, teman, siapapun itu yang memiliki kedekatan hubungan batin dengan kamu. Misalnya dengan orang tua kamu, saudara kamu, atau bisa juga temen deket kamu.

So, jangan remehkan firasat.. karena firasat itu ada dan nyata.. J