bagi sebagian orang yang belum mengalami apa yang saya alami, 100 hari bukanlah waktu yang sulit dan lama. tetapi bagi sebagian orang yang pernah mengalami apa yang saya alami, 100 hari merupakan waktu yang sulit dan sangat lama. 100 hari? iya, 100 hari. 100 hari tanpa Ayah dirumah, it must be hard time and different. ketika sebagian orang, ketika pernah mengalami hal yang saya alami merasakan hal yang sangat berbeda dari sebelumnya. iya, inilah Ramadhan pertama kali tanpa Ayah dirumah, yang mungkin sekarang udah tenang di surga (Amin). iya, 100 hari peringatan wafatnya Ayah, bertepatan dengan Ramadhan. ketika saya berfikir, apakah saya bisa menjalani semua ini dengan mudah? pasti jawabannya tidak! mengapa? karena semua ini tidak bisa dijelaskan, kalaupun dijelaskan tidak semuanya mengerti. karena hanya orang yang pernah mengalami yang pernah merasakan..
awalnya memang, saya pikir semuanya akan mudah tapi seiring berjalannya waktu, saya mulai sadar, ini sangat sulit. sangat sulit untuk menjalaninya. serumah dengan seorang ibu yang harus memikul tanggung jawab keluarga, mencari nafkah dan sebagai anak pertama yang menginginkan pendidikan lebih tinggi untuk awal yang baik kedepannya merasa sangat bersalah terhadap ketiga adik yang juga membutuhkan sekolah. ah Ayah, maafkan saya yang harus setiap hari mengadu kepadamu "ini waktu yang sulit". tapi Ayah, saya kangen sekali, kangen sekalii. semua terasa jelas sekali sekarang. sosok yang membangunkan saat sahur, sosok yang mengingatkan ketika buka puasa telah tiba, sosok yang membangunkan saya saat saya harus membantu ibu ditoko itu telah hilang, telah tiada, telah ahhh. inilah hidup saya, *start tearing up*..
Ayahhh, semoga ayah disana baik2 saja, semoga dilapangkan jalannya, diterangkan jalannya, kita semua disini kangen banget sama Ayah, really really miss you, selalu berdoa yang terbaik buat Ayah, selalu ingat sama Ayah, Ayah, sesekali mampir di mimpinya Afif, Afif udah seneng banget. rumah itu, tanpa Ayah, sepi sekali. bangku kosong itu, beserta kenangan didalamnya, selalu terkenang, apa yang Ayah nasehatin, selalu terekam jelas di setiap memori otak ini, marahnya Ayah, semuanyaaaa.. semua terekam jelas, teringat, tak satupun terlupakan, kalau ada, Afif minta maaf.. menyesal tidak melihatmu untuk terakhir kalinya, karena kain kafan itu, Afif terlalu takut untuk melihatnya, memandikan Ayah, Afif tak sempat, saat terakhir itu, lagu yang selalu Afif dengerin di kost, sekarang jarang terputar, Ibu nangis dengernya. ntahlah, ada ikatan batin walaupun lagunya bahasa inggris. :D
memperingati 100 hari wafatnya Ayah :)
Malang, 14 Juli 2013
Tampilkan postingan dengan label pelajaran hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran hidup. Tampilkan semua postingan
Minggu, 14 Juli 2013
Rabu, 03 Juli 2013
It Has To Be You :)
Today, I wander in my memory
I'm passing around on the end of this way
You're still holding me tightly, even tough i can't see you any more
I'm losing my way again
I'm praying to the sky
That i want see you and hold you more
it can't be if it's not you
i can't be without you
it's okay if i'm hurt for a day and a year like this
it's fine even my heart's hurts
yes because i'm just in love with you
i cannot send you away one more time
my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can't you hear my voice?
to me,
if i live my life again
if i'm born over and over again
i can't live without you for a day
you're the one i will keep
you're the one i will love
i'm...
yes because i'm happy enough if i could be with you :)
Minggu, 13 Januari 2013
rasa..
Kita pernah dekat, pernah benar-benar sedekat-dekatnya. Bukan
sebagai apapun, sebatas kakak adik. lihatlah, semua itu berlalu dan semuanya
terasa tak berbekas. Hanya karena bercak noda yang kutorehkan. semuanya lenyap,
hilang, engah, tenggelam. ah, apa kamu termasuk orang yang selalu mengingat
kesalahan orang begitu lamanya hingga kamu tidak bisa membuka hatimu dan
melihat aku kembali? Apakah kamu tidak ingat aku dulunya bagaimana? Apakah aku
begitu jahat hingga kamu bersikap seperti itu? Apakah kamu merasa bahwa kamu
bisa bersikap seenaknya hingga kamu harus merasa dendam terhadap aku? Apa artilah
semua yang aku lakukan sebelumnya hingga akhirnya kamu seperti ini? Aku tidak
pernah minta kamu baik sama aku, minta kamu untuk pamrih, minta kamu untuk
blablablabla. Aku hanya minta kamu hargai aku. Bukankah semua manusia pernah
khilaf? Kamu salah, aku marah, tapi sementara bukan? Aku maafin kamu tanpa kamu
minta maaf ke aku? Tapi aku? Mungkin memang kamu sakit hati, tapi bukankah
lebih baik kamu tidak marah yang abadi? Hingga aku merasa kamu bukanlah orang
yang mudah pemarah seperti dulu, kamu bukanlah orang mudah memaafkan seperti
dulu. Tidakkah kamu mengerti, aku benar-benar menyesal dan sudah minta maaf? Kamu
pun pernah buat salah dan berhasil buat aku marah, tapi bukankah itu sudah
berlalu? Tapi kenapa kamu tidak melalukan saja salahku dan kembali dari nol
lagi? Apa kamu terus membiarkan aku terpuruk karena sikapmu? Apa kamu tidak
peka dengan semua yang aku lakukan sebelumnya? Ya, kamu memang penganut berat
ibarat “nila setitik rusak susu sebelanga” tapi juga, apakah kamu tipe orang
yang melupakan kebaikan orang begitu saja? Ah sudahlah.. biarlah, selamat kamu
membuat saya merasa capek, dan akhirnya tak kugubris semua tentangmu. J
Jumat, 05 Oktober 2012
renungan :)
PERNAHKAH ANDA MENATAP ORANG-ORANG TERDEKAT ANDA SAAT IA
SEDANG TIDUR ?
Kalau belum, Cobalah sekali saja menatap mereka saat
sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling
jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan
gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah
bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah,
betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa
rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai
terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal
perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm...kulitnya
mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu
kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari
mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan
mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu
sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu... Ayah,
Ibu, Kakak, Adik, Anak, Sahabat,
Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah
energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap
itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa
banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan
anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah
kenapa selau saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan
itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan
yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika
tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata "betapa lelahnya
aku hari ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak
lain adalah kita. Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja
keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat
yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita. Resapilah
kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap
wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika
membuncah jika mengingat itu semua. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika
esok hari mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya,
selamanya ...
:)
Senin, 17 September 2012
resolusi masa depan
Nggak tau dah
musti mulai dari mana. Dan otak gua juga lagi bunting buat mikir apa-apa. Seenggaknya
masih ada lubang di otak yang bunting karena mikirin masalah “gua pengen
ngapain entah lulus dari sini, 3 tahun kemudian, 5 tahun kemudian, dan
seterusnya”. Gue sebagai anak pertama dari 4 bersaudara sudah selayaknya dan
sewajarnya memikirkan apa yang seharusnya gue capai di masa depan. Seenggaknya berusaha
sedewasa mungkin menanggapi hal yang seperti itu. Entah kenapa, gue ngrasa gue
itu orangnya pesimis-an, ngrasa rendah, dan gue juga gak bisa berharap banyak
dari orang tua karena gue sadar betul anaknya gak gue saja, tapi masih ada 3
adik gue yang juga butuh mereka.
Entah ini air
mata datangnya dari mana, tapi ini realita, ini yang harus dijalanin. Ibuk gue
juga pernah bilang kalau dia sanggup biayain kuliah, tapi gue selalu berfikir,
gue harus ngalah, gue harus bisa nyekolahin adik-adik gue, gue harus bisa
mengangkat derajat orang tua gue ke arah yang lebih baik lagi. Dan bukannya gue
gak percaya sama rejeki Tuhan, tapi buat gue, susah sekali menerima kenyataan
ini.
Dan gue langsung
saja, gue lagi dihadapkan pada situasi yang sulit. Dilain sisi, gue pengen
banget kuliah, dan dilain sisi gue harus berfikir bahwa gue masih punya adek
yang juga butuh sekolah dan butuh biaya yang nggak sedikit. Dan gue harus kerja
setelah lulus ini. Dan paling nggak, satu atau dua tahun berikutnya gue bisa
kuliah dari hasil kerja. Dan setidaknya gue kuliah sambil kerja dan masih bisa
nyekolahin adik-adik dan pengen banget ngasih modal buat toko yang dirintis
orang tua gue sejak jadi pengantin baru :D
Dan proyeksi
kedepannya itu banyak banget, gue pengen kerja cari duit buat bekal kuliah dan
nyekolahin adek, kuliah dengan jurusan yang gue mau, gue sih pengennya kuliah
yang ada beasiswa-nya kayak STAN, kalau gak dapet yang beasiswa ya mungkin
pengen ke ITT Bandung, atau mungkin ke ITS Surabaya jurusan Informatika.
Dan sebelum
semua itu terjalanin, otak gue nunjuk frekuensi tentang PSG! Gue sengaja milih
lokasi yang jauh buat PSG, soalnya dengan Sekolah Kejuruan kayak sekolah gue,
proyeksi ke depan itu pasti kalau nggak kerja ya kuliah. Dan disini, kenapa gue
ngambil lokasi PSG yang jauh*jogja*? Karena gue pengen punya pengalaman tentang
seperti apa dunia kerja/industry itu? Gue harus bisa adaptasi dengan lokasi
kerja/industry yang mungkin di Jakarta atau bahkan ke luar negeri.. Amien Ya
Allah. Dan gue PSG di Jogja tepatnya di
PPTIK UGM, ngurus masalah Jaringan dan segala tetek mbengeknya :D dan
disana, gue gimana dan gue bakal ngapain, gue nggak tau! Karena apa? Disana gue
ngrasa sendiri karena kedua temen yang juga PSG disana udah ngeblok berdua. Jadi,
bukannya manja, gue kesana dianterin sama Ibuk dan sekalian dicariin kost dan
setelah itu ditinggal pulang ke Malang :’(
Dan gue dari
sekien cerita gue diatas, nggak bermaksud apa-apa, hanya sekedar share
yang lebih kearah curhat.. dan semoga
dengan cerita gue diatas, kita semua dikasih kemudahan langkah kedepannya dan
selalu berada pada bimbingan-Nya dan tak lupa selalu turuti kata hati orang tua
terutama Ibuk. Dan selalu beribadah dan berdoa..
Kamis, 06 September 2012
kata hati : ingin dihargai :)
Mungkin, tidak akan
ada yang seperti ini jika saja aku tak seperti ini. Entahlah aku harus bilang
ini apa. Kenyataannya? Aku hanya pemeran pembantu di semua aktifitas orang2
yang mengenalku di dunia ini. Mereka yang memerankan tokoh utama dalam segala
hal realita ini. Mungkin, tak akan begini jadinya jika saja aku tak dilahirkan
memiliki “wajah” yang seperti ini. Tapi? Aku juga tak mungkin menyalahkan
kehendak Tuhan yang berkehendak aku seperti ini. Bahkan, aku tak mungkin
meyalahkan gen orang tua-ku yang menurunkan sifatnya ke aku. Tetapi, akankah
aku menyalahkan semesta yang tak pernah mendukungku? Di dunia ini, aku tak
berharap apa-apa. Aku hanya berharap bahwa semua menghargai aku selayaknya
mereka menghargai orang lain. Seenggaknya, kalau kalian masih menghargai aku,
berarti kalian masih menganggap aku teman kalian walaupun aku seperti ini. Sejujurnya,
sakit hati kalau setiap apa yang kita lakukan tidak pernah dihargai orang lain.
Tapi, aku juga masih bersyukur, seenggaknya aku masih punya keluarga yang
seutuhnya menghargai aku. Sabar ya fif, semua itu ada balasannya, semua itu
akan ada jalan keluarnya, semua itu mereka yang akan tuai karena mereka yang
menanam! mungkin, gambar dibawah menunjukkan ekspresi saya bahwa saya juga ingin dihargai layaknya manusia yang lain :)
Kamis, 26 Juli 2012
coretan senggang yang tak terselesaikan :)
Seringkali kita menilai seseorang
dari apa yang kita lihat saat pertama kali. Dan dari sekian milyar manusia di
dunia, pasti pernah mengalami hal tersebut. Dan kadang2 penilaian/persepsi
tersebut tidak sepenuhnya bernilai benar. Bahkan, sifat egois yang menyelimuti
diri manusia sering sekali meng-cover seluruh perasaan dan sifat yang
berlainan*yang baik2*. Dan bisa dikatakan sifat egois tersebut lebih berpeluang
besar mengalahkan sifat yang lain dalam hal : bagaimana manusia tersebut
menilai manusia yang lain. Disamping itu, manusia juga harus mempunyai cermin
jiwa yang digunakan untuk bercermin atas dirinya sendiri sebelum Ia menilai
manusia yang lain..
Rabu, 25 Juli 2012
move on :)
I hate people who tell to others to move on
When himself wasn’t necessary able to move on
And it would be better if,
we didn’t have to get someone else to move
on
But, command that our self to move on
resume teraweh Masjid Manarul Islam - Malang
Cermin layaknya sebuah jiwa. Sangat jujur dalam mengekspresikan apa yang
dipantulkan olehnya. Apabila kita bercermin pada cermin, apa yang dilihat oleh
cermin, itulah kejujuran yang sesungguhnya. Misalnya, kita bercermin dalam
keadaan bersih dan rapi maka cermin akan mengatakan demikian, bahwa kita bersih
dan rapi, dan sebaliknya.. apabila kita bercermin dengan keadaan badan yang
kotor, amburadul, maka cermin dengan segala kejujurannya akan mengatakan
demikian. Layaknya sebuah jiwa manusia, apabila jiwa kita bersih, maka segala
sesuatu yang dikeluarkan dari jiwa yang bersih tersebut adalah perilaku,
perkataan, yang sedemikian bersih. Misalnya, apabila jiwa kita bersih, maka
hati kita akan bersih pula. Seperti sopan santun dalam berbicara, bertindak,
dsb. Demikian sebaliknya, apabila jiwa kita kotor, maka akan timbul hati yang
kotor pula. Bicara kotor, perilaku menyimpang, dll.
~M. Khusnul Fatony~
Rabu, 18 Juli 2012
ngebet pengen beli novel ini.. :)
Sumpah,
gue pengen banget baca novel ini.. gue, semacam tersihir sesaat setelah membaca
judulnya “saja”.. gue gak tau gimana isinya, menarik apa nggak, yang jelas, 1
kata : gue pengen beli tuh novel dan baca dan baca.. gue ngebet banget ini
pengen beli novelnya.. pokoknya kalau bisa sebelum liburan hari raya ini gue
harus bisa beli novelnya…
Selasa, 17 Juli 2012
hidup untuk dinikmati
Di kamar
berukuran 2.5 X 4 aku merenung.. menggalau.. berdiam.. bermuram.. bersenang..
ber(segala rasa yang ada dihati aku tumpahkan di kamar yang sudah aku huni
selama hampir 1.5 tahun ini).. entahlah.. darimana datangnya rasa yang sudah lama
berkecamuk dalam hati ini.. tidak ada manusia yang tidak pernah menemui sebuah
masalah.. kalau tidak ada masalah, bukan hidup namanya.. seiring berjalannya
waktu, terbesit di sebuah pikiran dalam diriku bahwa masalah itulah yang
menjembatani kita untuk belajar tentang kedewasaan diri.. masalah-lah yang
membuat kita menjadi tegar..membuat kita menjadi orang yang lebih berfikir
kritis tentang arti hidup.. membuat kita mengenali mana hal yang baik dan hal
yang buruk..
Malam yang
dingin ini, bukannya aku banyak masalah, tetapi memang ada masalah yang
sebenarnya tidak untuk di-share dan memang tidak akan saya share, hanya saya
dan Tuhan dan mereka yang terlibat yang tahu.. tapi, hanya masalah ini yang
membuat saya mengerti arti hidup sebenarnya.. hanya masalah ini yang membuat
saya menjadi manusia dewasa.. terkadang, ingin rasanya menitikkan air mata,
tapi Ibu bilang, air mata itu hanya sia-sia dan bentuk kelemahan manusia,
tetapi dengan air mata, kita menjadi “agak” lega dengan semua yang ada..
Dan mungkin
juga aku adalah manusia yang terlalu bodoh menyikapi keadaan yang ada .. aku
terlalu mudah dibodohi dengan hal yang membuat aku semakin menjadi bodoh.. aku
terlalu baik dengan semua orang-orang sekitar. Hingga aku terlalu mudah
ditindas sama adek2 sendiri. Tapi, ya inilah aku, aku yang selalu akan seperti
ini. Walaupun aku seperti ini, tapi menurutku jadi diri sendiri itu lebih
penting untuk menunjang kedewasaan diri, daripada harus menjadi orang lain yang
belum tentu baik untuk kita. Bagiku, kesempurnaan itu ya bisa sepenuhnya
menjadi diri sendiri, Karena bagiku, menjadi diri sendiri itu indah dan
sederhana. Dan bagiku “kesederhanaan itu kesempurnaan bagiku… dan yang
terpenting bisa menjadi diri sendiri.. J”
Selasa, 26 Juni 2012
mencoba tegar ..:)
Desir angin malam membuyarkan lamunanku, seakan dia menyapa kenapa aku
masih terpaku. Menyendiri duduk dalam gelap, bercumbu dengan sang malam. Tanpa terasa
butiran – butiran Kristal mengalir di pipiku. Ada apa ini? Kenapa aku begini. Rasanya
tak perlu dipertanyakan lagi, memang inilah aku sesungguhnya. Aku yang selalu
tersaput kabut sendiri dan terasing.
Berdiri terpaku diantara tebaran pasir putih, memandang ombak memecah
kesunyian. Sahabatku, aku mengadu padamu tentang perasaanku saat ini. Hanya padamu
aku bercerita, hanya kepadamu aku berkeluh.
Laut… saat ini aku mencoba tegar, meredam rasa yang berkecamuk dalam dada
ini. Menyatukan warna dalam hatiku, semoga engkau tahu dank au pasti tahu
karena hanya padamu aku mengadu.. L
Senin, 11 Juni 2012
Menangislah :'(
"Tangisan
adalah kata yang tidak sempat terucap"
-Merry
Riana-
bagi
gue
Menangis adalah kelegaan dari
kesesakan
Menangis adalah jawaban dari
sulitnya pertanyaan
Menangis adalah kemerdekaan batin
yang terjajah
Menangis adalah pewujudnyataan
kebahagiaan dan haru yang lebih dari beribu kata
Menangis adalah kesedihan yang
mendalam ketika kebahagiaan masih berada dibagian teratas jam pasir Tuhan
Menangis adalah bunga hidup yang
lebih basah dan merekah dari bunga mawar yang kehujanan
Menangis adalah kebebasan untuk
jujur dalam diam tentang banyak rahasia lewat riak air mata
Menangis adalah lelucon atas diri
sendiri ketika melihat mata sembab dan bisa tertawa puas setelah berkaca
Menangis adalah cengeng yang dewasa
Menangis bisa membuat kita lebih
merasa tenang dan bisa membuat perasaan kita lega. Dengan menangis sesuatu yang
tidak bisa kita ucapkan bisa keluar dan dapat dimengerti oleh orang lain. Dan
saat menangis pula kita bisa teringat dengan jelas saat saat atau kejadian yang
bisa membuat kita menangis dengan jelas.
Cengeng? TIDAK. Seseorang menangis
bukan karena kita cengeng, mereka hanya tidak bisa mengungkapkan perasaan yang
mereka rasakan, mengutarakannya kedalam sebuah tangisan bahagia atau tangisan
sedih, itulah yang mereka lakukan.
Menangis biasanya dihubung
hubungkan dengan anak kecil, tetapi itu salah. Tidak semua orang yang menangis
adalah anak kecil, lihatlah para ibu yang menangis bahagia karena anaknya baru
lahir, atau lihatlah kenyataan pahit dinegri ini pasti banyak sekali air mata
yang menetes dari mata kita semua.
Tiap orang pasti pernah menangis,
saat masih kecil ataupun sudah dewasa, karena itulah manusia selalu memiliki
rasa yang berlebihan yang membuat air mata mengalir.
Bagi teman teman sekalian yang suka
menangis, jangan minder. Tangisan kalian mewakili perasaan kalian, jadilah diri
kalian sendiri jangan berkeinginan menjadi orang lain. Kita adalah kita, orang lain
tidak bisa menjadi kita, tunjukkan bahwa perasaan kita lebih dari orang lain.
Menangis juga mempunyai manfaat
tersendiri seperti: Membantu penglihatan kita, membunuh bakteri, meningkatkan
Mood, mengeluarkan racun, mengurangi stres, membangun komunitas dan melegakan
perasaan
Jangan takut atau malu jika kita
menangis. Jika memang kita harus menangis dan ingin menangis maka menangislah
agar kita tenang.
Sabtu, 09 Juni 2012
belajar menerima kekurangan diri
Tidak
ada manusia yang sempurna, hanya ada manusia yang merasa sempurna dan ingin
terlihat sempurna. Ungkapan ini begitu bermakna untuk menyadarkan kita tentang
kekurangan diri. Kelebihan dan kekurangan merupakan dua sisi dalam fitrah
kemanusiaan yang saling melengkapi. Namun, seringkali kita tidak dapat menerima
kekurangan diri sendiri dan tidak mau memahami kekurangan orang lain.
Kekurangan lebih sering diapresiasi dengan perasaan dan pikiran negatif,
sehingga banyak orang yang membenci kekurangan diri dan menganggap kesempurnaan
sebagi faktor mutlak untuk mencapai kebahagiaan.
Menerima
kekurangan, memang tidak mudah. Bagi gue pribadi bahkan lebih mudah
menuliskannya daripada menerapkannya. Akan tetapi, proses belajar itu tidak
boleh berhenti karena tanpa belajar, kita tidak akan tahu dan tidak akan mampu
melakukan, serta mencapai sesuatu. Belajar merupakan proses berupaya untuk
dapat memahami dan menerima, termasuk belajar menerima kekurangan diri. Lalu
bagaimana caranya? Gue pun masih harus belajar dan mencoba berbagi lewat
tulisan ini.
Kelebihan
merupakan anugerah yang akan mengisi dan melengkapi kekurangan. Bermusahabah
akan senantiasa menumbuhkan kesadaran diri bahwa sejak awal terlahir pun kita
tidak memiliki apa-apa. "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibu-mu
dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu-pun, dan Dia memberi kamu pendengaran,
penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur" (An-Nahl:78). Ayat ini
mengingatkan kita bahwa kekurangan dan kelebihan patut kita syukuri. Bersyukur
atas keadaan yang kita terima merupakan langkah utama untuk belajar menerima
diri secara utuh. Tanpa mensyukuri dan menyadari kekurangan diri, kita tiddak
akan benar-benar mengerti kelebihan diri. Allah SWT menciptakan kekurangan agar
kita selalu introspeksi, tidak takabur dan menyombongkan diri karena hanya Yang
Maha Sempurna yang berhak memiliki segalanya.
Dalam
syukur itu ada kesabaran. Untuk bisa menerima kekurangan, perlu kesabaran dan
pengertian. Kesabaran berarti ketulusan dalam berupaya dan berserah diri. Kita
dan orang-orang yang kita sayangi tidak selalu bisa sejalan dengan keinginan dan
tidak selalu bisa ditutupi dengan terus menonjolkan kelebihan diri. Kita
terbatas dalam kemampuan dan tiada batas dalam keinginan, sehingga diperlukan
pengertian dan kesabaran untuk memahami semua itu. Kita berhak untuk berubah,
serta memperbaiki kekurangan diri sendiri dan orang lain, tetapi kita juga
harus ingat untuk memaksimalkan kelebihan yang kita punya. Jangan kita lupa
bahwa kita punya keistimewaan yang berguna. Pengertian berarti kita menerima
apa adanya, kelebihan dan kekurangan diri kita dan orang lain tanpa memaksakan
kehendak untuk mengubahnya, apalagi demi orang yang tidak mau belajar menerima
kekurangan diri kita.
Pengertian
akan tumbuh sejalan dengan rasa menghargai. Menghargai diri sendiri dan orang
lain merupakan pengakuan bahwa ada sisi kelebihan yang bisa kita manfaatkan
untuk membuat diri kita berguna, serta masih banyak orang lain yang melebihi
kita dalam segala hal. Penghargaan yang tulus merupakan wujud penerimaan dan
syukur atas apapun keadaan diri, sehingga kita dapat bersikap bijaksana, tidak
merasa inferior dengan kekurangan diri, tidak underestimate terhadap kekurangan
orang lain dan tidak dengki atas kelebihan orang lain.
Pengertian
dan penghargaan kita atas diri sendiri dan orang lain bisa membuat kita
menyadari hakikat kemanusiaan kita yakni selalu membutuhkan orang lain. Sebagai
makhluk sosial, kita tidak bisa menghindar dari kebutuhan berinteraksi dan
berelasi dengan orang lain di sekeliling kita. Hidup itu untuk saling mengisi
dan melengkapi karena kita tidak akan mampu hidup sendiri. Kekurangan yang kita
miliki bisa dilengkapi dengan kelebihan orang lain, dan kelebihan yang kita
punya dapat mengisi kekurangan orang lain. Dalam hubungan dengan pasangan,
sahabat, kerabat, kesadaran akan saling membutuhkan ini merupakan energi untuk
memahami dan menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Jika
kita renungi dan kita hayati, kekurangan diri merupakan alarm hati yang akan
mengingatkan kita akan kematian. Dengan mengingat kematian, kita dapat
membangkitkan kesadaran bahwa semua makhluk akan binasa, sehingga tidak hanya
kekurangan yang melekat pada diri kita, tetapi kehancuran yang pasti suatu saat
nanti.
Bagi
gue sendiri, semuanya butuh proses dan keteguhan hati untuk terus berupaya.
Hanya orang yang mau menyadari dan mau berproses yang akan mendapatkan
pembelajaran tentang banyak hal, bahkan keberhasilan dan kemanfaatan. Belajar
menerima kekurangan diri dapat kita jadikan bagian dari manajemen hidup kita,
sekaligus proses belajar memanusiakan diri kita. Semoga,,
:D
Kamis, 31 Mei 2012
Rumah Tanpa Jendela
Sinopsis film “Rumah Tanpa Jendela”
Rara (Dwi Tasya), 8 Tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya
yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para
pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta. Si Mbok (Ingrid Widjanarko), nenek
Rara yang sakit-sakitan dan ayahnya Raga(Rafi Ahmad) yang berjualan ikan hias
dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan
hanya selembar daun jendela dan kusennya. Rara juga punya Bude Asih (Yuni
Shara).
Bersama teman-temnnya sesame anak pemulung, sebelum ngamen atau
ngojek paying jika hari sedang hujan, Rara bersekolah khusus untuk anak
jalanan. Bu Alya (Varissa Camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan yang
membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut.
Di perumahan mewh Jakarta, Aldo (Emir Mahira), 11 tahun, yang
sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk
denga urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses. Pak Syahri
(Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar). Kehadiran Nek Aisyah (Aty Cancer),
ibu Pak Syahri, menjadi penghiburan untuk Aldo. Suatu hari, Aldo berkenalan
dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo.
Sejak itu mereka menjadi akrab.
Di rumah Aldo semua panik karena Aldo minggat dari rumah, kecewa dengan
sikap kakaknya yang terang-terangan mengatakan merasa malu memiliki adik
seperti dirinya. Berbagai peristiwa yang mengejutkan dan menyentuh bergulir
bersama kisah persahabatan Rara dan Aldo.
gila ya.. ini film bagus banget,,
sumpah keren.. *baru menyadari* kemaren kemana aja non?? hahaha.. padahal ya..
film ini udah lama banget loh.. padahal ya, di laptop gue, folder film ini udah
nginep berapa bulan ya?? pokoknya udah lama.. gue emang udah liat, tapi liatnya
gak niat.. tak blenjat2 gitu,, tak cepetin..
gue gak bisa nahan airmata gue,,
gue nangis.. bukannya gue lebay atau gimana. tapi ini bener2 sangat menyentuh
hati gue,, film ini wajib ditonton.. hehehe.. jangan nonton yang gitu2an,
mending nonton kayak gini ini.. bagus,,
ini adegannya waktu nenek aisyah
baru sampai dari Medan, terus disuruh kasih saran sama kak Adam *kakaknya Aldo*
tentang musik rock yang dianut sama band-nya
ini waktu Aldo
ngasih kue buat Rio *temennya kak Andini* dan Rio ngajak ngobrol Aldo
ini waktu Nek
Aisyah tidur sama Rara di rumah Aldo, karena rumahnya Rara kebakaran, terus
papanya Rara meninggal dunia, dan neneknya Rara dirawat di rumah sakit..
Raranya gak bisa tidur,,
ini waktu Aldo
sama Rara makan di rumah kosong.. Aldo habis minggat dari rumah gara2 kak
Andini terang2an bilang kalau Aldo aneh.. terus cerita sama Rara.. "kak
Andini malu punya adek kayak aku, kalau kamu malu gak temenan sama aku?"
sumpah.. pas adegan ini,, gue nangis..
ini waktu kak Andini cerita sama nenek kalau Aldo minggt dari
rumah gara2 dia.. dia nyesel karena udah buat Aldo minggat..
pokoknya.. siap2 bawa tisu banyak deh kalau lihat film ini...
:D
Selasa, 29 Mei 2012
Rabu, 23 Mei 2012
Coretan wong GALAU :O
Sumpah, aku gak
suka banget suasana kayak gini… *bukan suasana sih sebenernya,, tapi euforianya
itu nggak ada greget,,, mau ngapa2in itu bingung, harus mulai dari mana?? Sumpah
ini lagi ngrasain yang namanya DOWN… kayak takut, ndredeg.. pokoknya gak jelas
banget.. mungkin ini kali ya yang katanya mental jelek.. gitu aja down.. sumpah
stress kalau mbicarain masalah countdown TA.. oh my goodness..
I feel like I
haven’t spirit in my life.. sumpah aku kenapa ya kayak gini?? Aku gak mau kayak
gini.. sekarang gak ada yang kasih aku motivasi.. aku bingung.. aku pengikutnya
galauers kali ya?? Nah lho? Ohhhh galau?? Nggak juga.. bisa dibilang ini mental
udah nge-drop2nya.. ibarat baterai laptop yang diisi tapi gak bisa.. jadi
stagnan disitu2 aja..
Ayo fif… move
on.. get your full spirit back.. masih
jaman ya yang namanya GALAU?? Please deh ya…
sumpah minggu ini minggu yang penuh tragedi *lebay… iya gimana lagi
dong??
Ya Allah, lindungi aku, jangan memberikan beban yang aku tak sanggup memikulnya,, Ya Allah, beri aku kesabaran dalam menghadapi semuanya..
nah lho.. ini buku sakti-nya adek kostku www.anotherlintang.blogspot.com nambah2i galau... baru pegang gak ada 5 menit.. udah tambah galau,..
nah lho.. ini buku sakti-nya adek kostku www.anotherlintang.blogspot.com nambah2i galau... baru pegang gak ada 5 menit.. udah tambah galau,..
#fuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
-_-
-_-
MEREKA SAJA MASIH PEDULI DENGAN BERBAGI
Ketika jarum jam masih malu malu untuk menunjuk tepat jam dua
siangnya, ada isarat__ kalau waktu sore sudah memberi tahu saya untuk balik ke
rumah, mungkin ada saja satu atau beberapa hambatan yang sekiranya memaksa saya
untuk menunda kepulangan. Bagi kebanyakan orang yang mau berpikir dengan
melepaskan semua sikap keambisianya, hujan adalah sebuah anugerah yang tak
terkira, tapi tidak sedikit dari sebagian orang yang pernah menyikapi hujan
sebagai sebuah hambatan ataupun musibah. tapi bagi saya, yang waktu itu dalam
keadaan tidak sedang terburu buru, biasanya kalau mau menyikapi turunya hujan,
mencoba mencari tahu lebih dulu dengan menanyakan kepada alam pikiran kita
sendiri-- hikmah apakah yang saya dapatkan nanti lewat pesan turunya hujan hari
itu. kalau ada usaha mau mencarinya insya Allah dari hasil pada hal yang
terkecilpun nampak menjadi satu hikmah yang begitu besar.
Deeg, hati saya mendadak membatin, meraba raba, tidak lebih
untuk sekedar mencari tahu sampai di pertemukan dengan titik temu jawabanya.
mungkin hari itu hikmahnya nampak kelihatan nyata setelah saya melihat beberapa
dari mereka, yaitu anak usia seumuran sekolah dasar yang sedang mencoba memburu
rejeki lewat jasa penyedia payung hujan. atau bisa di sebut dengan ojek payung.
hujan sepertinya sudah menjadi lahan subur untuk mengais banyak uang bagi
sebagian anak anak ini. anak penyedia jasa payung hanyalah memberikan sedikit
jasa yang tak seberapa, namun sangat menguntungkan buat kelangsungan aktivitas
banyak orang yang merasa terjebak oleh kondisi hujan, beberapa orang yang
hendak mau pulang pun salah satunya yang sudah bisa di untungkan dengan
memanfaatkan payung anak-anak tersebut setelah keluar dari mall untuk sekedar
menuju ke mobil mereka masing masing.
Saya terus mengamati beberapa anak ini yang kelihatan tidak
punya beban apapun di tengah pekerjaan dan derasnya air hujan, tidak merasa
takut sedikitpun dengan banyaknya kilatan petir yang sesekali bergantian dengan
menghujamkan dentuman yang begitu keras. di tengah resiko sakit yang mengancam,
hujan lebat dan suara gaduh guntur seolah sudah menjadi hal yang biasa bagi
sebagian anak ini, atau memang ada keterpaksaan karena begitu banyak alasan.
salah satunya, mungkin baginya hujan adalah sumber rejeki satu satunya untuk
mengais banyak upah dari para pengunjung mall.
Dua dari beberapa anak tersebut nampak ada yang sudah menggigil
kedinginan sembari memegang payungnya dengan badan sesekali terlihat gemetaran,
para bocah yang memasang muka polos ini terus menunggu para pengunjung mall
untuk memakai jasa pinjaman payungnya. Nampak satu anak laki yang memakai kaos
seragam bola tersebut kelihatan lebih sering mendapatkan pamakai jasa
payung_yang mungkin_ karena berdiri di bagian sisi teras menuju arah parkiran.
sebut saja dengan nama rio, bocah yang rela kehujanan sedari tadi Itu kelihatan
lebih gesit dari beberapa teman lainya.
Ketika rio di panggil oleh salah satu orang yang mau
menggunakan jasa payungnya, si rio mendadak mengulum senyum dan langsung sontak
memanggil salah satu temanya, mendengar lengkingan dengan sebutan nama Dilla,
bocah perempuan ini bergegas lari menuju suara rio yang bercampur dengan suara gemuruh
air hujan. rio sendiri sengaja memberikan kesempatan buat temanya, dengan
tujuan agar bisa membagikan kesempatan sebagian rejekinya buat temanya sendiri.
Melihatnya, saya tertegun sekaligus malu seketika, kala melihat
sikap kebersamaan enam bocah tersebut, mereka para bocah itu masih punya sikap
untuk bersedia berbagi, terlihat seperti sudah bisa melepaskan sifat
kebocahanya (dewasa sebelum usianya). jauh dari sikap berbau kapitalis, jauh
dari sikap rakus yang sering di pertontonkan di panggung politik negri ini.
mungkin kata hati bocah tersebut mencoba buat berbicara jujur, " saya
tidak mau serakah, biar ladang rejeki ini lebih banyak teman yang menikmati
".
Senin, 21 Mei 2012
Sesuatu Yang Diharapkan Akan Datang Jika Sabar
Sabar itu berimbang dengan kejujuran, sangat langka
didapatkan, sangat susah diterapkan, dan sangat mahal harganya. Kadang kita
tidak sabaran untuk mendapatkan hasil sesuai harapan. Kadang juga kita tidak
tahu harus apa yang diperbuat, yang kita tahu hanya mendapatkan apa yang kita
harapkan. Jika kita pernah menahan kesabaran sesabar mungkin, perasaan kita
sangat lega ketika mendapat sesuatu sesuai harapan dengan menahan kesabaran
tersebut.
Salah satu hal yang dibenci oleh umat manusia adalah
menunggu, apalagi jika menunggu terlalu lama. Jika kita ada janji dengan orang
lain, dan salah satu dari kita yang berjanji ada di posisi menunggu, mungkin
hati kita akan memaki orang itu mengapa lama sekali datangnya. Mengapa dia
telat datang padahal kita sudah menunggu. Hal tersebut pasti dialami setiap
orang. Tetapi, alangkah bagusnya jika kita menerapkan kata ’sabar’ itu dalam
diri kita.
Mungkin kedengaran sepele, tapi sebenarnya kesabaran ini
begitu susah diterapkan. Hal-hal kecil saja misalnya menghidupkan laptop, bila
terjadi sedikit hang dan start up nya agak lama prosesnya, sabar itu pun akan
diuji. Atau hal lain, jika makan di rumah makan atau pun restoran dan kita
sudah cukup lama memesan makanan dan minuman kepada pelayannya, kita pasti
sudah tidak sabaran menunggu pesanan dan mungkin terus-menerus menggerutu
kepada pelayannya atau mungkin berniat pergi dari situ ke tempat lain. Hal
tersebut sudah menjadi hal wajar jika sabar itu susah diterapkan. Apalagi kita
yang bersifat tempramen, wah tahu sendirilah apa yang bakalan terjadi jika
sabar itu menjadi ujian bagi orang tempramen.
Sabar memang sesuatu yang sulit, sama halnya dengan
kejujuran. Sabar menjadi salah satu kunci mendapatkan hal yang diharapkan,
sejajar dengan kerja keras, tekun, berdoa, dan sebagainya. Bila sudah kerja
keras, tekun, berdoa, namun tidak sabar menunggu hasilnya, maka apa yang sudah
dikerjakan bisa berantakan hanya karena tidak sabar menunggu hasilnya. Jadilah
sabar, karena itu puncak dari ketekunan.
Firasat
Firasat, biasanya sebagian orang
ada juga yang menyebutnya dengan istilah feeling. Percaya atau tidak, mungkin
sebenarnya setiap orang memiliki kepekaan dalam hal ini. Tapi sebelumnya untuk
memperjelas, berdasarkan kamus bahasa Indonesia, bahwa firasat adalah sebuah
keadaan yang dirasakan terhadap sesuatu. Tapi dalam hal ini saya hanya focus pada
perasaan yang sedang/akan terjadi, dan biasanya kita sering mengalaminya. Percayakah
kamu mengenai yang saya tulis diatas? Bahwa diantara kita, dan bahkan mungkin
setiap orang terkadang memiliki kepekaan terhadap sesuatu hal yang sedang/akan
terjadi?
Sebagai contohnya, pernahkah kamu
merasa tiba-tiba tidak enak ketika hendak bepergian? Dan ternyata ketika kamu
sedang bepergian, kamu mendapatkan sebuah musibah yang tidak diinginkan. Atau,
pernahkah kamu tiba-tiba merasakan gelisah dan teringat seseorang dalam
pikiranmu? Kemudian tanpa disangka-sangka ternyata orang yang sedang kamu ingat
tersebut sedang dalam kondisi sakit. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.
Menurutku ini adalah sebuah hal
yang menarik, karena secara tidak disadari kita sering mengalami hal ini. Kadang-kadang
kita sadar akan hal ini, tetapi justru terkadang kita mengacuhkannya dan
menganggap mungkin itu hanya sekedar perasaan saja. Tapi terhubung karena
penasaran, aku sering menanyakan hal ini pada teman-teman dekatku,dan hasilnya
memang banyak diantara mereka yang kutemukan dan percaya pada firasat. Tapi ironisnya,
ketika seseorang mengalami firasat yang tidak enak, orang tersebut justru
terlalu memikirkan terhadap firasat tersebut, sehingga dampak buruk dari
pikirannya tersebut telah membuatnya merasa tersiksa karena rasa khawatir
terhadap hal-hal buruk yang akan terjadi. Dan sebaliknya, ketika seseorang
telah mendapatkan suatu pertanda(firasat) dan mengacuhkannya, justru hal yang
buruk terjadi padanya. Sepertinya hanya kebetulan, tapi bagi orang yang telah
memiliki kepekaan suatu firasat justru dianggapnya sebagai suatu pertanda.
Tapi perlu diketahui, suatu
firasat biasanya dapat dirasakan oleh diri kita sendiri, atau bisa juga
terhadap keluarga, teman, siapapun itu yang memiliki kedekatan hubungan batin
dengan kamu. Misalnya dengan orang tua kamu, saudara kamu, atau bisa juga temen
deket kamu.
So, jangan remehkan firasat..
karena firasat itu ada dan nyata.. J
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)















